"DENDANG BANUA" Panting Music Group

Welcome to blog "DENDANG BANUA" Panting Music Group.
we receive for staging events such as marriage, and a cultural event.
Email: dendang.banua@gmail.com
Street address: Perum Griya Nirwana Jl. Mangga III Blok D No 37 Klebengan Depok Sleman Yogyakarta INDONESIA 55283

Friday, October 28, 2011

NGAYOGJAZZ


Pernah kothekan ? Ya, kothekan, tetabuhan atau berekspresi dengan bebunyian, berdialog sahut-sahutan dengan suara indah yang berirama dan harmoni. Begitulah ngejazz. Simpel dan bebas, tapi penuh estetika dan interaksi. Siap ngejazz, dab ?

Inilah Jazz. Sebuah cara memainkan musik dengan asyik, spontan, interaktif, dan ekspresif. Hampir tanpa batas. Siapapun; alat musik apapun; dimanapun; kapanpun, bahkan dalam suasana apapun, karena jazz lahir juga dari sebuah keadaan sosial yang direspon dengan permainan-permainan musik.

Nandur wohing pakarti. Menanam buah perbuatan (baik). Begitulah harapan atas semua yang kita lakukan di Ngayogjazz. Tetandur; bercocoktanam. Alangkah menyenangkan bila Ngayogjazz bisa menjadi lahan subur untuk bercocok tanam, tempat yang baik untuk persemaian, menempa diri dan berbagi. Berbagi untuk sesama saat ini maupun membuahkan kebaikan bagi generasi seterusnya. Sumangga …

Hari                : Sabtu Wage
Tanggal           : 12 November 2011
Waktu             : 14.00 – 00.00 WIB.
Tempat           : Kotagede, Yogyakarta, Indonesia
-7.82788,110.399964


Artist Ngayogjazz  2011

Rieka Roslan

Idang Rasjidi

Trie Utami

Sierra

Ligro Trio (Adi Dharmawan, Agam Hamzah, Gusti Hendy)

Nano Tirto

Tesla Manaf feat. Mahagotra Ganesha (Bandung)

Gondo & Friends (Surabaya)

Balikpapan Jazz Lovers (Kalimantan Timur)

Streamline Quartet feat. Dyah (Solo Jazz Society)

Gubuk Jazz Project (Komunitas Gubug Jazz Pekanbaru)

Blue Batik Replica (Pekalongan Jazz Community)

Buzztard (Jazz NgisorRingin Semarang)

Rencang (Jazz NgisorRingin Semarang)

Aljabar (Jazz NgisorRingin Semarang)

Muci Choir (Komunitas Jazz Jogja)

Orisinden (Komunitas Jazz Jogja)

Everyday Band (Komunitas Jazz Jogja)

Chick Yen (Komunitas Jazz Jogja)

Blank On (Komunitas Jazz Jogja)

MmTD (Komunitas Jazz Jogja)


Bear Project feat. Bawien & Dendang Banua (Komunitas Jazz Jogja)

daSoul feat. Rapai Project (Komunitas Jazz Joga)

KAMPAYO (Keluarga Musisi Penyanyi Artis Panggung Yogyakarta)

Kutha Gedhe Jazz Society (Kotagede)

Keroncong Kharisma (Kotadege)

Yon’s Jazz (Komunitas Jazz Kotagede)

Kertas Lipat  (Komunitas Jazz Kotagede)

Ledek Gogik

Calung

Solawatan Mataram

Drum band & Barisan XHW

Thursday, September 22, 2011

Saturday, April 3, 2010

Jazz mBen Senen BBY: dari Swing sampai Panting

Seperti yang telah dilakukan beberapa minggu terakhir ini, forum Jazz mBen Senendiawali dengan membahas sebuah tema seputar musik jazz. Kali ini adalah tentang “Swing” yang dibawakan oleh Djaduk Ferianto, pemrakarsa sekaligus “pendamping” acara yang dipadegani oleh Komunitas Jazz Jogjakarta ini.
Setelah sesi diskusi usai, masuklah pada sesi performance. Dan tampillah di atas panggung kelompok musik “Komunitas Banjar”. Kelompok yang terdiri dari Debbie (vokal), Indra, Firly, dan Rahmat ini membawakan musik khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang disebut musik panting yang sangat kental dengan cengkok Melayu. Pada malam itu, mereka membawakan empat komposisi, yang masing-masing berjudul “Halin” yang berkisah tentang jeritan seseorang yang patah hati, “Batambang Liring” berisi jampi-jampi untuk menarik hati seseorang, “Hamas Pirak” yang berkisah tentang seseorang yang sedang jatuh cinta, dan “Ampar-ampar Pisang”. Berpadu dengan musik yang khas, suara Debbi yang jernih, bening, dengan jangkauan nada yang tinggi itu berhasil memberi warna yang indah pada malam yang cerah itu. Begitu memesona permainan musik mereka, terutama cara bernyanyi Debbie, sampai-sampai, di atas panggung Djaduk berkomentar, “Inilah musik jazz yang sesungguhnya; mengangkat kekayaan musik lokal dengan cita rasa yang sangat jazz. Jadi bermusik jazz itu tidak hanya berarti membawakan lagu-lagu top western.”
Selain itu, panggung malam juga dimeriahkan oleh Rici yang membawakan lagu “Cucak Rowo” dan “Menunggu” dalam musik jazz-ndut; yang oleh penonton kemudian dipelesetkan menjadi “Jazz-ndut Ferianto”. Selanjutnya tampil pula Silir yang sukses nge-jam dan berimprovisasi bersama Djaduk yang memegang perkusi disertai teman-teman dari Komunitas Jazz Jogjakarta. Tak ketinggalan, tampil pula Bayu pelukis, Mbah Ledjar, maestro wayang kancil yang nembang, dan juga Aci yang dengan apik membawakan lagu “Fly to the Moon” yang dipopulerkan oleh Nat King Cole.
Jazz mBen Senen malam itu kiranya boleh dikatakan sukses, tak hanya karena kemeriahannya tapi juga keberanian teman-teman musisi untuk berimprovisasi dan menggali kemungkinan kolaborasi dengan berbagai aliran musik. Di atas panggung sangat terasa, bagaimana para musisi yang berasal dari berbagai macam aliran itu mencoba untuk berdialog dan menemukan chemistry untuk berkolaborasi. Memang tidak selalu berjalan smooth, tetapi toh semangat keterbukaan mereka berhasil mengatasinya sehingga dari sana hadirlah komposisi-komposisi musik yang harmonis.
Hingga tengah malam menjelang, masih banyak para penonton yang setia menikmati pertunjukan ini, baik yang duduk lesehan di atas tikar, di kursi, di tembok pagar Bentara Budaya Yogyakarta, maupun yang duduk di atas sepeda motornya sendiri di pinggir jalan. Memang, sejak kehadirannya yang perdana pada bulan Desember 2009, tampak bahwa forum Jazz mBen Senen ini makin lama, makin diminati; bukan hanya penonton yang semakin membludak tetapi juga para musisi yang bergabung untuk nge-jam